Jumat, 26 Agustus 2016

Membuar rangkaian Flip-flop,Running-LED,dan Traffic light TEKNIK MEKATRONIKA SMK LEONARDO KLATEN



I.TUJUAN

  1. ·      . Siswa dapat menggunakan Proteus 7
  2. ·        Siswa dapat mengenali bagian-bagian Proteus 7
  3. ·       .Siswa dapat membuat rangkain Flip-flop,Running-LED,dan Traffic light

II.ALAT DAN BAHAN

  1. ·             .PC
  2. .                Proteus 7

III.DISKRIPSI TUGAS

  1. ·       .Membuat rangkaian Flipflop
  2. ·        Membuat rangkaian Running Led
  3. ·        Membuat rangkaian Traffic Light

IV.HASIL KERJA
A.Rangkaian Flipflop
     Bahan:

  1. ·             IC 555
  2. ·             Kapasitor
  3. ·             LED
  4. ·             Potensio
  5. ·             Resistor
  6. ·             Power
  7. ·             Ground
      Gambar rangkaian:

    


B.Rangkaian Running-LED
     Bahan:

  1. ·             IC 555
  2. ·             Kapasitor
  3. ·             LED
  4. ·             Potensio
  5. ·             Resistor
  6. ·             Power
  7. ·             Ground
  8. ·             IC 4017
      Gambar rangkaian :



C.Rangkaian Traffic light
   Bahan:

  1. ·             IC 555
  2. ·             Kapasitor
  3. ·             LED
  4. ·             Potensio
  5. ·             Resistor
  6. ·             Power
  7. ·             Ground
  8. ·             IC 4017
  9. ·             Diode
Gambar rangkaian:



V.LANGKAH KERJA

  1. Menghidupkan computer/PC · Buka software proteus ISIS 7 
  2. Kemudian pilih "Component Mode" dan kemudian pilih "P" untuk memasukan bahan 
  3. Untuk "GROUND" dan "POWER" berada di "Terminal Mode" 
  4. Kemudian masukan bahan yang akan digunakan untuk membuat skematik pada "Jendela atau Lembar Kerja" dengan cara meng-klik komponen yang akan digunakan 
  5. Kemudian buatlah jalur yang menghubungakan komponen satu dgn lain jika sudah selesai tekan tombol Play 
  6. Jika terdapat kotak kecil berwarna abu-abu atau kuning berarti terdapat konsleting terdapat tanda abu-abu atau kuning tersebut, tetapi jika terdapat kotak berwarna biru atau merah maka rangkaian tersebuat sudah benar 
  7. Tekan "Stop" jika telah selesai meng-check rangakain, dan hendak meperbaiki rangkain yang  salah 
  8.  Telah selesai, skematik rangkain dapat disimpan di folder kita. 



 VI.KESELAMATAN KERJA

  1.                    Siswa menggunakan wearpack
  2.                    Siswa tidak boleh makan dan minum di LAB
  3.      .             Siswa tidak boleh gaduh saat di LAB
  4.      .             Menaati peraturan LAB

 VII.KESIMPULAN
        Dalam praktek ini siswa diajak untuk mengenal fungsi proteus 7 dan siswa dapat menggunakan proteus 7 sesuai dengan fungsinya.Siswa juga diajak untuk membuat berbagai jalur dan meletakkan komponen-komponen,sehingga siswa dapat mengetahui kesalahanya.

MENGETAHUI


                                                      KLATEN 26 AGUSTUS 2016
       Pembimbing                                                             Penulis



 (Y.Prasetya Adi Nugroho)                                  (Aditya Hermawan)

Selasa, 23 Agustus 2016

5 Struktur dan Elemen Mekatroniks

5. Struktur dan Elemen Mekatronik
Struktur mekatronik dapat diekspresikan seperti pada gambar di bawah ini.
(file terlampir)
Struktur mekatronik dapat dipilah menjadi 2 buah dunia yaitu dunia mekanika dan dunia elektronika, yang pada gambar ini dipisahkan oleh sebuah garis batas yang terputus-putus. Di dunia mekanika terdapat mekanisme mesin sebagai objek yang dikendalikan. Di dunia elektronika terdapat beberapa elemen mekatronika yaitu: sensor, kontroler, rangkaian penggerak, aktuator dan sumber energi. Panah blok ke arah kanan menunjukkan fungsi pengendalian sedangkan panah blok ke arah kiri menunjukkan fungsi monitoring. Tanda panah tipis menunjukkan alur informasi dan tanda panah tebal menunjukkan alur energi.
Elemen-elemen mekatronik pada gambar ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
Mekanisme mesin. Ini adalah objek kendali yang bisa berupa lengan robot, mekanisme penggerak otomotif, generator pembangkit listrik dan lain sebagainya.
Sensor. Ini adalah elemen yang bertugas memonitor keadaan objek yang dikendali. Sensor ini dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal yang berfungsi memproses sinyal listrik menjadi sinyal yang mengandung informasi yang bisa dimanfaatkan.
Kontroler. Ini adalah elemen yang mengambil keputusan apakah keadaan objek kendali telah sesuai dengan nilai referensi yang diinginkan, dan kemudian memproses informasi untuk menetapkan nilai komando guna merefisi keadaan objek kendali.
Rangkaian penggerak. Ini adalah elemen yang berfungsi menerima sinyal komando dari kontroler dan mengkonversinya menjadi energi yang mampu menggerakkan aktuator untuk melaksanakan komando dari kontroler. Elemen ini selain menerima informasi dari kontroler juga menerima catu daya berenergi tinggi.
Aktuator. Ini adalah elemen yang berfungsi mengkonversi energi dari energi listrik ke energi mekanik. Bentuk konkrit aktuator ini misalnya: motor listrik, tabung hidrolik, tabung pnematik, dan lain sebagainya.
Sumber energi. Ini adalah elemen yang mencatu energi listrik ke semua elemen yang membutuhkannya. Salah satu bentuk konkrit sumber energi adalah batere untuk sistem yang berpindah tempat, atau adaptor AC-DC untuk sistem yang stasionari (tetap di tempat).
Struktur mekatronik yang digambarkan di sini dari segi teori kendali disebut sistem umpan balik (closed loop). Sistem umpan balik ini menyerupai makhluk hidup yang dalam melakukan kegiatan selalu merevisi tindakannya berdasarkan informasi umpan balik yang dikirim oleh indra ke otak. Analogi sistem mekatronik dan manusia sebagai contoh makluk hidup ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
Kiranya dapat diterima secara alami bahwa arah inovasi iptek mekatronik adalah merealisasikan sistem mekanik yang mampu melakukan pekerjaan seperti halnya seorang manusia yang memiliki kondisi yang sempurna.